Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2015

Tunjukkan Dirimu!


Kenapa orang- orang barat bisa berjaya di masa- masa ini? Entah sejatinya kenapa, tapi dalam opiniku karena banyak hal yang mereka kuasai, banyak bidang yang mereka spesialisasi, banyak hal yang mereka ciptakan yangmana ciptaan tersebut mereka sebarkan ke seluruh penjuru dunia. Mereka pun eksis karena semua orang mengenalnya.

Dan begitulah sejatinya apa yang harus kita lakukan sebagai umat islam demi mengeksiskan islam itu sendiri. Meningkatkan kemampuan diri, berprestasi hingga puncaknya ataupun menciptakan suatu maha karya yang kemudian dapat dikenal seluruh dunia dengan tak lupa mencantumkan brand islam di dalamnya.
....

Sedikit fakta dari remaja muslim kita saat ini adalah: banyaknya mutiara- mutiara yang tersembunyi di balik tumpukan sampah. Walau memang perumpamaan ini agak sedikit berlebihan, namun bisa dibilang ada benanrnya; kurang lebih beginilah kita.

Banyak saudara kita yang sejatinya punya potensi besar: cerdas, sholih, paham urusan diin tapi tersembunyi dan tertutup; tak bisa berbicara. Entah alasannya tak berani- atau sebut saja malu- atau pun memang tak mau menampakkan diri. Yang padahalnya lagi, di sisi lain banyak kita temukan orang- orang yang ilmunya bisa dikatakan tak banyak, tak dalam, atau bahkan sejatinya tak paham urusan dinniyah yang malah berbicara lantang masalah diin dengan sekehendaknya.

Aduhai saudara- saudaraku yang satu ikatan iman...
Umat kita ini membutuhkan orang- orang yang hebat secara kemampuan dan juga KEMAUAN. Percaya diri; adalah kunci utamanya. Seberapa pun kemampuanmu, selama masih dalam jalan yang benar; tunjukkanlah pada dunia.
...

Entah seberapa seringnya aku melihat fakta ini di lingkungan pondok tempatku tinggal. Dimana banyak sekali santri yang punya potensi besar namun malu untuk memperlihatkan dirinya pada yang lain; ciut saat diminta unjuk gigi di hadapan publik. Rasa percaya dirinya belum tumbuh dengan baik. Hei, improving self itu beda urusannya dengan sombong; gunakanlah hati untuk mengaturnya.

Kalau semua remaja muslim kita bersikap seperti itu; bagaimana masa depan ummat kita? Hendakkan kita diinjak- injak dengan kecilnya suara umat kita atas yang lain?

Mari percaya diri.
Kalau kau memiliki suatu karya atau pun prestasi, janganlah ragu untuk mempublikasikannya. Eksiskanlah dirimu, eksiskanlah islam.
wallahu a'lam.

#remindingself

Kamis, 18 Desember 2014

Dare to Dream


Di usia yang ke delapan belas tahun ini, kata 'mimpi' bukanlah hal yang amat manis seperti sedia kala, saat diri ini masih layak tersebutkan sebagai bocah. 

Dulu, segalanya terlihat untuk mungkin terjadi, bahkan pikiran 'pasti terjadi' selalu berpendar dalam benak. Semua jiwa- jiwa optimis berbau positif bertabur dalam otak. Mengiyakan segala imajinasi yang terlintas. 

Menuangkan dalam selembar kertas dengan senyum yang mengembang; di situlah cita- cita itu tertulis. Dari yang kecil nan remeh, hingga yang besar pun terlihat tak masuk akal.

Ya, itu diri yang dulu.

Entah sejak kapan, mungkin semenjak baju putih abu- abu mulai melilit tubuh, begitu pun mimpi mulai surut dari pemikiran. Ia mulai sering alpha dalam langkah- langkah yang ada. Tergantikan dengan tuntutan sekolah yang memaksa semua murid tuk jadi sama. Menjadi pemilik nilai- nilai yang indah di setiap mata pelajaran. Pikiran terkotaki, paksaan tersirat itu sedikit banyak menahan diri untuk membayangkan hal- hal baru. Pun rasa takut tak ingin kalah, mulai eksis dalam pikiran.

Aku tahu, sejatinya rasa takut yang menyelimuti saat berbicara tentang mimpi dengan keadaan dihadapkan dengan berbagai realita bisa dibilang wajar. Makin dewasa, makin realistis -katanya. Namun, apakah menahan diri untuk berimajinasi dan bermimpi merupakan hak dari sifat realistis? Memaksa diri untuk pasrah dengan kenyataan yang ada apakah juga haknya?

Tak lelah diri untuk berpikir.

Kini, pribadi sedang berusaha untuk bangun dari cengkraman gelap yang memekat, dari rasa takut yang menyelimuti, dari awan hitam yang menaungi. Ya, daripada melayani rasa takut itu, alangkah jauh lebih baik untuk menghadapi realita yang begitulah nyatanya. Bukan kemudian bersembunyi dalam selimut 'inilah kenyataanya' yang hangat dan nyaman, tapi hadapi dan maju dengan seluruh kekuatan yang dimiliki-lah yang lebih tepat tuk dilakukan. Hadapi, dan kembali berani untuk bermimpi.

Aku percaya, tak akan ada kata terlambat dalam bermimpi. Mimpi bukanlah sebuah manisan lezat yang hanya dimiliki oleh anak- anak. Mimipi adalah milik semua orang dari berbagai umur, milik semua komponen manusia. Selama napas  masih terhembuskan, dan selama otak masih diberi kemampuan untuk berpikir, selama itu pula jalan tuk bermimpi masih terbuka lebar.

Untuk semuanya, mimpi itu dicari dan digali, bukan dengan menantinya dan lalu ia akan datang dengan sendirinya. Mimpi itu diciptakan, dan akan menjadi kenyataan bagi mereka yang mau dan gigih untuk memperjuangkannya. 

Gunakan mimpi untuk menetapkan jalan yang akan ditempuh. Gunakan mimpi untuk membuat sebuah peta kehidupan yang akan kita susuri jalan pencapaiannya. Dan tak lupa, gunakan mimpi untuk mencari ridha-Nya.
...

Hadapi kenyataan dengan bermimpi,
lalu jadikan mimpi sebuah kenyataan.
...


Selasa, 24 Juni 2014

Gagal,

"Berpikirlah seperti ratu. Ratu tidak
takut gagal. Kegagalan adalah batu
loncatan lain untuk keberhasilan" -
Oprah Winfrey
...
Saat Anda mengalami masa-masa sulit,
memang susah menjaga pola pikir untuk
tetap  positif dan mencegah hati
merasa sebagai seorang pecundang.
Tetapi dengan mengingat lagi
kisah-kisah orang besar, bisa
dipastikan setiap orang yang berhasil
pasti pernah gagal. Tetapi mereka
tidak pernah menganggap dirinya
sebagai orang gagal.
Wolfgang Mozart, misalnya, salah satu
pencipta musik genius pernah dikritik
oleh Kaisar Ferdinand yang menganggap
operanya berjudul The Marriage of
Vigaro "terlalu bising" dan
mengandung "terlalu banyak not".
Pelukis Vincent van Gogh yang
lukisannya mencapai rekor tertinggi
dalam nilai penjualan, hanya berhasil
menjual satu lukisan selama seumur
hidupnya.

Mantan presiden Amerika Serikat,
Abraham Lincoln pun punya daftar
panjang kegagalan. Gagal dalam
bisnis, berulang kali juga gagal
terpilih menjadi anggota kongres dan
senat. Hingga pada akhirnya, di tahun
1860 ia terpilih sebagai presiden
ke-16 Amerika Serikat  dan menjadi
salah satu presiden tersukses dalam
sejarah negara itu.

Pada akhirnya, tidak jadi masalah,
kapan dan di mana Anda pernah gagal
atau berapa banyak kesalahan yang
Anda buat. Saat menghadapi semua
kesulitan, penolakan dan kegagalan
itu, tetaplah percaya diri dan
MENOLAK menganggap diri sebagai
orang gagal.


_anneahira_

Jumat, 30 Mei 2014

Hati dan Emosi

Semua orang ingin terus maju. Termasuk aku.
Semua orang ingin tetap tersenyum. Termasuk pula aku.

Banyak memang masalah yang kita hadapi. Termasuk pula yang aku hadapi. Walau pun masih merupakan anak remaja yang baru dapat KTP tahun ini, tapi masalah yang dimiliki sejatinya sudah cukup untuk memutar- mutarkan kepala. 
Ini baru untuk anak usia tujuhbelas tahunan.
...
Manajemen diri adalah hal yang amat penting, kawan.
Menata hati dan emosi. Dua hal yang yang nggak bisa kita lepaskan dalam hidup. Kalo perlu, keduanya bener-bener harus dimaster-in, dikuasai.

Hati, pemfilter sejati. Tugas utamanya nyaring apa-apa yang ada di hadapan kita kemudian nentuin sikap apa yang baiknya kita lakuin. Dengan perantara hati kita pula, segala bisikan baik nan lembut dari-Nya dapat kita dapat dan rasakan dengan mudahnya. Dan bila ia bersih nan putih, hidup akan menjadi lebih tenang.
Orang yang hatinya lembut dan tenang, bukan berarti ia adalah orang yang lemah..

Emosi. Entah apa bentuk darinya. Namun yang jelas, emosi juga menentukan sikap kita . Bila emosi kita amat kuat dan keras, jadilah kita pribadi yang keras pula... Dan orang yang emosinya kuat, terlihat sangat, bukan berarti ia adalah orang yang kuat..

Pernah dengar hadits nabi tentang orang yang kuat?
ya, "Orang yang kuat bukanlah orang yang ahli dalam berkelahi, tetapi orang yang pandai mengendalikan diri (emosi)nya saat sedang marah."
...
Hati vs Emosi.

Control them well, as can as possible... :))

Jumat, 23 Mei 2014

Hadapi Masalah!


"Hindari masalah, dan kamu tidak akan
pernah jadi orang yang memecahkannya"
- Richard Bach

Kawan,
Bagi seekor burung rajawali,
satu-satunya hambatan untuk terbang
lebih cepat dan nyaman adalah udara.
Tetapi jika udara itu diambil dan
burung tersebut dibiarkan terbang
dalam kehampaan tanpa udara, burung
rajawali itu segera jatuh ke tanah
dan tidak dapat terbang sama sekali.

Hambatan utama yang harus diatasi
oleh sebuah perahu bermotor adalah
air yang menyentuh baling-baling
perahu. Tetapi jika tidak ada air
sebagai penahan, perahu ini justru
tidak dapat bergerak sama sekali.

Hukum yang sama juga berlaku bagi
kehidupan manusia. Hambatan adalah
kondisi yang 'harus ada' bagi
kesuksesan. Sebuah kehidupan yang
terbebas dari hambatan dan kesulitan
akan mengurangi semua kemungkinan dan
daya sampai ke titik nol.

Larilah dari masalah Anda jauh-jauh,
dan kehidupan Anda akan kehilangan
daya kreatif!

Masalah kesehatan yang parah bisa
memberikan makna pada dunia
pengobatan. Masalah kekacauan sosial
bisa memberi makna pada kebijakan
pemerintah.

Kita semua memiliki kecenderungan
ingin terbebas dari semua masalah dan
tanggung jawab. Ketika masalah
datang, berikanlah makna baru pada
permasalahan itu. Sebuah beban
kehidupan yang paling berat adalah
pada saat kita tidak memiliki apapun
untuk dibawa.
...
So, Let's face our problem and solve it happily.. :)) 

 source: Anne Ahira

Selasa, 06 Mei 2014

optimis->me




Banyak tuntutan, sejatinya.
Namun, cara tuk memandang,
kan mengubah segalanya.
Ringan atau pun berat,
mudah atau pun susah.
...
Happy or sad ending,
we are just the one,
who chooses it.
...
Membuang segala mimpi buruk,
memasang peluru terbaik,
melangkah dengan pasti,
optimis!
...
Menembus batas diri,
memupuk bibit madiri, 
menyapa dunia dengan salam kehangatan.
Salam semangat,
salam untuk maju...
...

I can and Let's Move ON!! :))

Senin, 02 September 2013

penyesalan itu..

Penyesalan. Ya, banyak sekali orang telah merasakan hal ini, bahkan hampir semua orang di dunia. Namun, akankah kita tetap diam saja setelah menerima perasaan ini?

Dan andaikata waktu dapat diputar ulang, dapatkah kita menjamin bahwa kita akan melakukan yang lebih baik dari sebelumnya? Jawabannya adalah tak akan ada orang yang dapat menjamin.

Penyesalan, sebenarnya darimanakah 'sesuatu' ini datang? Apakah datang dari sekedar perbuatan yang kita inginkan tapi tak dapat kita lakukan? Atau dia datang dari perbuatan bermanfaat yang seharusnya kita lakukan tapi tak terlaksana?

Marilah kita membedakan penyesalan dari sebabnya; dari suatu keinginan dan kebutuhan. Dan renungkanlah.

Bangkit dari suatu keputusasaan yang tumbuh dari suatu penyesalan merupakan salah satu kesuksesan. Jauh lebih baik kita bangkit sendiri saat ini daripada kita tak segera bangkit hingga akhirnya kita dibangkitkan saat hari kebangkitan esok. Apalagi saat itu kita masih dalam keadaan jatuh putus asa.

Alangkah jauh lebih baik untuk kita bangkit dari semua rasa ini, mencoba menata ulang apa yang harusnya kita lakukan, mencoba untuk berfikir ulang, dan kemudian menyongsong hari esok dengan langkah yang lebih mantap. Belajar dari kesalahan.





Senin, 29 Juli 2013

jadilah ADA!


Suatu hari aku melihat, sebatang tanaman kecil diantara tingginya alang-alang, yang membuat ukuran tubuhnya yang kecil mungil semakin tak terlihat. Terbalut hijaunya si alang yang senatiasa dibabat habis oleh manusia, dan yang memang dapat menyayat tajam.
Aku tahu, sekarang ini tumbuhan itu memang tak adan apa-apanya, tapi aku percaya bahwa ia kan terus tumbuh dan berkembang. Memanfaatkan akar kecilnya untuk mengeksplor air dalam tanah, dan zat- zat yang memang akan berguna bagi pertumbuhannya, bersaing dengan akar-akar si alang, beserta keluarga besarnya. Biarlah, biarlah ia tumbuh dalam kesendiriannya.
Aku juga tahu, hampir tak ada seorang pun mengenalnya , tanaman kecil yang tak punya apa-apa. Ya, aku pun tahu, ini terjadi karena tempatnya tumbuh memang tak terlihat, tapi, bila suatu saat si alang pergi, apakah ada seseorang yang dengan sengaja menyisihkan waktunya guna memandangi tanaman kecil itu. Hhh, mungkin tak kan ada.
Akan tetapi, lihatlah saudaraku, setelah hampir berminggu- minggu tanaman itu tak kukunjungi, lihatlah, bahwa kini ia telah tumbuh, menjadi sosok tanaman yang amat mencolok, tinggi, menyaingi tinggi si alang, dan berbungakan kuning layaknya bunga matahari. Kini semua orang melihatnya, memandang takjub indahnya bunga itu, yang tumbuh berbeda di antara alang- alang yang senatiasa dianggap remeh. Kini semua orang melihat daerah itu dengan tanpa mencerca si alang, tapi mengagumi keindahan bunga dari tanaman mungil tadi...

***
Inilah kehidupan. Saat kita merasa amat kecil, bahkan di kecilkan, alangkah baiknya bila kita berusaha untuk memaksimalkan 'akar' kita, bukannya menyalahkan 'alang-alang' di sekitar kita. Ya memang, mungkin mereka salah, tapi biarlah, anjing menggonggong, kafilah pun berlalu.
Yakinlah bahwasanya saat kita merasa kecil, atau dikecilkan, sesungguhnya ini memang belum saat yang tepat bagi kita untuk menjadi yang eksis (bukan narsis!). Namun alangkah wajib bagi kita untuk-sekali lagi- mengembangkan akar, menelusuri bakat dan potensi sedalam-dalamnya, dan mempelajari semua kesalahan kita, untuk kemudian di putar halau-kan menjadi yang positif. Tak lupa, mohonlah padaNya agar senantiasa diberi kemudahan dalam setiap langkahnya.
Jadilah yang paling, selama masih dalam kebaikan, dengan tanpa riya' di dalamnya.

Believe it, and just wait by tawakkal, and someday, We'll be the most awesome person, who everyone looks at us and wants to listen to what we say.

                                                   _Innallaha la yughayyiru maa bi qaumin hatta yughayyiru maa bianfusihim_

Ganbatte!
najah-san

Sabtu, 29 Desember 2012

Perubahan..

Perubahan,,satu kata yang punya banyak arti bagi setiap individual, tergantung dari sudut manakah ia melihat. Yang jelas setiap gerakan perubahan harus dari sesuatu yang jelek atau buruk menjadi yang baik atau dari hal yang pas- pasan ke yang terbaik... Meningkat.

Seorang remaja harus melakukan perubahan dalam dirinya, perubahan dalam artian saya, positiv, karena remaja adalah agen perubahan yang punya tugas mengajak umat yang kondisinya makin hari makin tidak baik ini kepada kehidupan berbasis islamiyah.Tapi kita tahu juga bahwa melakukan hal itu tidak semudah membalik telapak tangan apalagi mengedipkan mata, but butuh usaha yang superekstra. Dan langkah yang kita -karena saat ini saya masih di usia remaja- ambil pun nggak bisa langsung merubah sekumpulan orang dengan maju ke podium lalu berkoar- koar tentang perubahan..Nggak kawan!!, but We MUST CHANGE OURSELF first...

"Wah, terus bagaiman cara kita ngerubah diri kita kalau kita dah merasabenar??",,,. Hei, bila ada perasaan gituan, artinya dalam diri kitalah yang harus dibenahi karena punya rasa seperti itu, yang harusnya seorang muslim sejati nggak pernah merasa puas dengan dirinya, nggak pernah merasa paling benar,,karena Allah lah Dzat Yang Maha Benar..

Kawan, yang jelas dibutuhkan dalam merubah diri kita adalah sebuah evaluasi, dan langkah awal dari sebuah evaluasi adalah dengan banyak- banyak bermuhasabah.

Dari Umar-radhiyallahu'anhu- pernah berkata: " Hisablah(evaluasilah) dirimu sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (bersiap) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab(evaluasi) dirinya di dunia."
Subhanallah...
Lalu,apa saja yang harusnya kita muhasabahi??
Jawabannya,,sangatlah banyak..Marilah kita lihat diri kita sejak bangun tidur hingga kembali tidur. Seberapa banyakkah kita 'menyeleweng' dari perintah- perintah wajib Allah dan sunnah Rasul??, bagaimana sholat rawatib kita, apalagi sholat sunnah kita..Lalu bagaimanakah keseharian kita, memulai hari dengan ma'tsurat atu mengucap basmallah sebelum lakukan sesuatu atau mengakhirinya dengan hamdallah tidak?? Belum lagi bagaimanakah hubungan sosial kita dengan sanak saudara, tetangga, dan rekan kerja kita..

Astaghfirullah,,semoga Allah masih memberi kita semua kesempatan untuk berbenah diri dan menuntun kita pada jalan- jalan yang diridhoi-Nya...Amiin.

So, Kawan sekalian,,marilah kita instropeksi dir kita agar menjadi pribadi yang kuat imtaq nan iptek juga, sebelum terjun ke dalam ladang amal dakwah...wallahua'lam.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com